Semarang, ibu kota Jawa Tengah, memiliki permata arsitektur yang dikenal sebagai Kota Lama. Kawasan ini adalah cagar budaya yang dilindungi, menampilkan bangunan-bangunan kolonial yang megah dan otentik, menjadikannya destinasi wisata dan lokasi yang sarat nilai historis. Komunitas motor besar HDCI Semarang baru-baru ini menyulut kehebohan dengan mengadakan sebuah acara yang dianggap sangat tidak konvensional: pesta barbecue (BBQ) besar-besaran, yang digelar secara terbuka, tepat di tengah-tengah Kota Lama yang bersejarah. Judul “GILA!” ini memicu perdebatan sengit tentang etika penggunaan cagar budaya dan bagaimana komunitas modern berinteraksi dengan sejarah.
Klarifikasi dari pihak HDCI Semarang dan pengelola kawasan Kota Lama memberikan pemahaman baru. Pesta barbecue yang dimaksud bukanlah acara liar, melainkan bagian dari festival yang diselenggarakan untuk menghidupkan kembali Kota Lama di malam hari. HDCI Semarang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan komunitas pelestari cagar budaya. Tujuannya adalah untuk menarik pengunjung dengan kegiatan yang menarik dan interaktif, mengubah persepsi Kota Lama dari sekadar museum pasif menjadi ruang publik yang hidup dan multi-fungsi, tanpa merusak struktur bangunan yang ada.
HDCI Semarang menggunakan pesta barbecue ini sebagai kick-off untuk serangkaian acara riding budaya yang mempromosikan UMKM lokal yang berada di sekitar Kota Lama. Motor-motor besar mereka diparkir secara artistik di sepanjang spot tertentu, menjadi daya tarik visual yang menyatu dengan arsitektur kolonial. Mereka membuktikan bahwa kendaraan modern dan bangunan tua dapat bersinergi dalam kerangka pariwisata yang kreatif. Tentu saja, aspek keamanan dan kebersihan sangat diutamakan, dengan penggunaan peralatan BBQ modern yang tidak meninggalkan residu asap atau kotoran.
Keputusan HDCI Semarang ini juga merupakan cara unik untuk memperkenalkan kembali Kota Lama kepada generasi muda, yang mungkin menganggapnya sebagai tempat yang kaku dan membosankan. Melalui pesta barbecue yang fun dan terbuka, HDCI Semarang berhasil menciptakan suasana yang meriah dan instagrammable. Kehadiran anggota HDCI Semarang juga menarik perhatian media, yang secara tidak langsung memberikan promosi gratis terhadap upaya pelestarian Kota Lama.
