Di era digital yang masif, tantangan terbesar bagi remaja di Semarang bukan hanya di jalan raya, tetapi juga di dunia maya. Perilaku negatif seperti penyebaran hoax dan cyberbullying dapat merusak mental dan masa depan remaja. Menyadari hal ini, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Semarang meluncurkan program Edukasi Etika Digital yang berambisi membentuk remaja anti-hoax dan mencegah praktik cyberbullying. HDCI Semarang membawa filosofi brotherhood ke ranah digital, mengajarkan bahwa tanggung jawab dan respek yang dijunjung di jalanan harus juga diterapkan saat berinteraksi di media sosial.
Program Edukasi Etika Digital ini melibatkan anggota klub yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Mereka mengadakan workshop dan seminar interaktif di sekolah-sekolah, mengajarkan remaja tentang pentingnya berpikir kritis sebelum berbagi informasi. Fokus utamanya adalah membentuk remaja anti-hoax dengan mengajarkan cara memverifikasi sumber dan mengidentifikasi informasi palsu yang dapat memecah belah komunitas. Selain itu, HDCI Semarang secara khusus menyoroti bahaya cyberbullying, menekankan bahwa kekuatan dan wewenang—baik di jalanan maupun di dunia maya—harus digunakan untuk melindungi, bukan menindas. Mereka mengajarkan empati digital: mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum memposting atau berkomentar.
Remaja Anti-Hoax dan Pencegahan Cyberbullying
Keterlibatan HDCI Semarang memberikan dampak yang unik. Figur bikers yang berwibawa dan sukses menjadi mentor yang efektif dalam menyampaikan pesan etika digital ini. Mereka menunjukkan bahwa seorang rider sejati harus memiliki integritas dan disiplin yang sama baik di dunia nyata maupun dunia maya. Program ini bertujuan membentuk remaja anti-hoax yang tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi menjadi agen perubahan positif yang melawan disinformasi. Pencegahan cyberbullying diajarkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan solidaritas sesama remaja.
Melalui program Edukasi Etika Digital ini, HDCI Semarang berhasil mengubah citra klub motor menjadi pelopor literasi digital dan perlindungan mental remaja. Mereka membuktikan bahwa tanggung jawab sosial HDCI mencakup spektrum yang luas, melampaui jalanan aspal hingga ke ruang-ruang digital. Dengan fokus pada membentuk remaja anti-hoax dan melawan cyberbullying, HDCI Semarang secara aktif berinvestasi pada masa depan remaja yang lebih aman, beretika, dan bertanggung jawab di Semarang.
