Upaya pemulihan tatanan kehidupan warga pascabencana di Kalimantan tidak hanya berfokus pada pembagian logistik darurat, tetapi juga pada pemberdayaan sektor ekonomi lokal. Komoditas kopi lokal yang melimpah di daerah pedalaman memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Pembagian bantuan alat sangrai kopi tipe manual menjadi media pendukung bagi kelompok tani kopi untuk bangkit kembali secara mandiri.
Alat pemanggang biji kopi manual berbahan stainless steel tebal ini dirancang tanpa tergantung pada pasokan energi listrik, sehingga sangat praktis digunakan di kawasan pedesaan. Putaran drum sangrai yang stabil di atas kompor gas atau tungku kayu menghasilkan tingkat kematangan biji kopi yang merata dan beraroma khas. Petani dapat mengontrol profil sangrai mulai dari tingkat medium hingga dark roast sesuai selera pasar.
Pemanfaatan peranti roasting manual ini memberikan nilai tambah bagi hasil panen biji kopi mentah petani yang selama ini hanya dijual murah ke tengkulak. Dengan mengolah biji kopi menjadi produk siap seduh, pendapatan kelompok tani dapat meningkat secara signifikan. Kegiatan usaha pengolahan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar di masa pemulihan pascabencana.
Di sisi lain, jaminan kesehatan para pekerja dan petani pengolah kopi di lapangan tetap diprioritaskan melalui penyediaan stok perban roll dan oksigen di posko kesehatan terdekat. Kesiapsiagaan sarana Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) menciptakan rasa aman saat warga beraktivitas mengolah hasil bumi. Perlindungan kesehatan dan pemberdayaan usaha berjalan secara selaras.
Pelatihan teknik pemanggangan biji kopi serta kemasan produk turunan turut diberikan oleh tim pendamping lapangan kepada para anggota koperasi tani. Pengemasan bubuk kopi yang rapi dan kedap udara memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah Kalimantan. Kemandirian ekonomi warga perlahan mulai terbangun melalui utilisasi potensi lokal.
Penyaluran bantuan unit sangrai kopi manual menjadi sarana pendorong percepatan pemulihan kesejahteraan hidup petani lokal pascabencana alam. Pembekalan alat produksi yang tepat guna menumbuhkan semangat kewirausahaan warga untuk kembali produktif. Penguatan sektor komoditas unggulan daerah menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
